Proses Pembuatan Gula Jawa

Belakangan ini, banyak sekali makanan atau minuman yang melengkapi bahan-bahannya dengan gula Jawa. Memang, rasa gula Jawa terbilang unik dan berbeda dari jenis gula lainnya. Namun sebenarnya, terdapat proses yang panjang dibalik pembuatan gula Jawa itu sendiri. Mau tahu? Yuk, kita bahas bersama.

Gula Jawa yang kita konsumsi tersebut berbahan dasar nira. Nira adalah adalah cairan manis yang diperoleh dari batang tanaman, seperti tebu, bit, sorgum, mapel, atau getah tandan bunga dari keluarga palma, seperti aren, kelapa, kurma, nipah, sagu, siwalan, dan sebagainya. Untuk gula Jawa umumnya berbahan dasar nira dari pohon aren.

 

Nira diambil 2x sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Nira yang sudah terkumpul akan langsung dimasak dalam tungku besar selama 4-5 jam. Memasaknya pun masih menggunakan kayu bakar.

 

Adonan gula Jawa kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dibiarkan hingga benar-benar mengeras dan bisa dilepaskan dari cetakan. Setelah dikeluarkan dari cetakan, gula Jawa tidak langsung dikemas, melainkan didiamkan selama satu malam.

 

Hal ini bertujuan untuk benar-benar memastikan seluruh bagian gula Jawa sudah kering dan tidak ada lagi yang masih panas. Karena jika langsung dikemas, gula Jawa akan cepat berjamur. Baru setelah didiamkan satu malam, gula Jawa dikemas dan dijual ke pasaran.

 

Nah, dari gula Jawa utuh ini kemudian diolah kembali menjadi sirup gula Jawa yang biasanya dicampurkan pada kopi susu atau dijadikan campuran berbagai makanan, misalnya kolak pisang dan isian kue kelepon.

2 Replies to “Proses Pembuatan Gula Jawa”

  1. Tertarik akan pembuatan gula jawa, apakah bisa kita pasarkan dijkt? Produksi berapa banyak perhari? Kl boleh tau harga gula dihitung per kg atau perbiji bs lgs ke produsen? mohon infonya tksh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *